Imogiri
17
kilometer ke arah selatan dari Kota Yogyakarta melalui Jalan Pramuka - Imogiri.
HARGA TIKET MASUK
Rp 5.000,00 (Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau Jumat
antara pukul 13.00 hingga 16.00)
ARSITEKTUR
makam yang mewah dari raja2 mataram
(Surakarta-yogyakarta)
LEGENDA :
Imogiri berarti "gunung yang berkabut".
Makam Imogiri memang sejak awal telah disiapkan oleh
Sultan Agung dengan susah payah. Diceritakan Sultan Agung yang sakti itu setiap
Jumat sholat di Mekkah, dan akhirnya ia merasa tertarik untuk dimakamkan di
Mekkah. Namun karena berbagai alasan keinginan tersebut ditolak dengan halus
oleh Pejabat Agama di Mekkah, sebagai gantinya ia memperoleh segenggam pasir
dari Mekkah. Sultan Agung disarankan untuk melempar pasir tersebut ke tanah
Jawa, dimana pasir itu jatuh maka di tempat itulah yang akan menjadi makam
Sultan Agung. Pasir tersebut jatuh di Giriloyo, tetapi di sana Pamannya, Gusti
Pangeran Juminah (Sultan Cirebon) telah menunggu dan meminta untuk dimakamkan
di tempat itu. Sultan Agung marah dan meminta Sultan Cirebon untuk segera
meninggal, maka wafatlah ia. Selanjutnya pasir tersebut dilemparkan kembali
oleh Sultan Agung dan jatuh di Pegunungan Merak yang kini menjadi makam
Imogiri.
Raja-raja Mataram yang dimakamkan di tempat itu antara
lain : Sultan Agung Hanyakrakusuma, Sri Ratu Batang, Amangkurat Amral,
Amangkurat Mas, Paku Buwana I, Amangkurat Jawi, Paku Buwana II s/d Paku Buwana
XI. Sedangkan dari Kasultanan Yogyakarta antara lain : Hamengku Buwana I s/d
Hamengku Buwana IX, kecuali HB II yang dimakamkan di Astana Kotagede.
FASILITAS
Tata cara memasuki makam
di tempat itu sama dengan di Astana Kotagede, dimana setiap pengunjung
diharuskan memakai pakaian tradisonil Mataram, pria harus mengenakan pakaian
peranakan berupa beskap berwarna hitam atau biru tua bergaris-garis, tanpa
memakai keris, atau hanya memakai kain/jarit tanpa baju. Sedangkan bagi wanita
harus mengenakan kemben.
http://yogyes.com
http://kotajogja.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar