Alun
Alun Kidul
Alamat: Jl.
Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Indonesia. Koordinat
GPS: S7°48'42.7" E110°21'47.6"
ARSITEKTUR
Alun-Alun Kidul
yang disimbolkan dengan gajah yang berwatak tenang menawarkan paket wisata
untuk menenangkan hati, menghangatkan malam dengan ronde dan bajigur, serta
mencari berkah lewat Masangin.
Anda yang
pernah tinggal di Yogyakarta, tentu takkan bisa melupakan nuansa akrab di
Alun-alun Kidul. Di tengah malam bersama teman kuliah, anda mungkin pernah
duduk di tikar yang tersedia di warung sekitar sambil berbincang tentang tugas
kuliah hingga adik kelas pujaan. Bisa jadi pula anda sering menikmati
kehangatan minuman sambil bercengkrama dengan tetangga sekampung atau rekan
sekerja semasa di Yogyakarta.
Alun-Alun
Kidul merupakan wilayah di belakang kompleks bangunan Kraton Yogyakarta yang
bisa dijangkau dengan berjalan ke arah selatan dari Sentra Makanan Khas Gudeg
Wijilan. Disimbolkan dengan gajah yang memiliki watak tenang, Alun-Alun Kidul
merupakan penyeimbang Alun-Alun Utara yang memiliki watak ribut. Karenanya,
Alun-Alun Kidul dianggap tempat palereman (istirahat) para Dewa. Dan
jelas kini sudah menjadi tempat ngleremke ati (menenangkan hati) bagi
banyak orang.
FASILITAS
Pukul lima sore adalah awal keramaian Alun-Alun
Kidul. Tenda-tenda pedagang mulai didirikan dan bahan makanan atau minuman yang
akan dijajakan pun disiapkan. Begitu gelap, anda bisa mulai menjajal makanan
dan minuman yang dijajakan. Bila berjalan ke salah satu sudutnya, anda akan
menemukan kedai ronde, sebuah minuman berkomposisi wedang jahe, kacang, kolang
kaling dan bulatan dari tepung beras berisi gula jawa cair yang hangat.
Harganya pun cukup murah, hanya sekitar Rp 3.000,00.
Tak jauh dari penjaja ronde, anda akan
menemukan penjual wedang bajigur. Walau tetap menyuguhkan minuman bercitarasa
jahe, namun komposisi minuman itu tetap berbeda. Kuah wedang bajigur terbuat
dari santan kelapa, jahe, bubuk kopi dan sirup gula jawa. Biasanya, wedang itu
diisi irisan roti tawar, kelapa yang diiris kotak dan kolang-kaling.
Kehangatannya bisa menyapu dinginnya malam dan meramaikan suasana berkumpul
anda.
Jika lapar, anda juga dapat menyantap
berbagai hidangan. Bebakaran seperti jagung bakar, pisang bakar dan roti bakar
adalah teman yang tepat jika anda memesan wedang bajigur. Jagung bakar yang
dijual di sini dibakar dengan mentega dan saus sambal hingga matang namun tak
gosong, sementara pisang bakarnya diberi coklat yang akan melumer jika dibakar.
Keduanya benar-benar mampu memanjakan lidah. Roti bakarnya pun tersedia dalam
ragam rasa sehingga mampu menggugah selera.
Pilihan lauk bila ingin bersantap dengan nasi
juga tersedia. Ayam bakar, berbagai macam ikan bakar hingga tempe tersedia.
Masakannya mungkin biasa, tetapi bila mampu menjadikan nuansa alun-alun kidul
sebagai bumbu masakannya, tentu akan menjadi luar biasa. Dengan konsep lesehan,
umumnya warung makan di kawasan alun-alun ini menjajakan makanan dengan harga
tak mahal. Anda bisa kenyang dengan hanya mengeluarkan Rp 5.000,00 saja.
Usai memanjakan lidah, bisa mencoba atraksi
yang dinamai Masangin, yaitu melewati jalan antara dua beringin yang ada di
tengah alun-alun dengan mata ditutup kain hitam. Konon, jika orang mampu
melewatinya dan tak serong atau menabrak maka ia akan mendapat berkah tak
terhingga. Tapi, jangan mencoba untuk mengintip, sebab jika dilakukan maka akan
masuk ke dunia lain. Anda akan mendapati alun-alun dalam keadaan sepi dan sulit
untuk kembali ke alam nyata lagi.Untuk mencobanya, cukup menyewa kain hitam
seharga Rp 4.000,00.
Di waktu-waktu tertentu, dapat melihat
pagelaran wayang di Sasono Hinggil Dwi Abad. Namun, untuk melihatnya anda perlu
persiapan karena umumnya wayang digelar semalam suntuk. Anda juga dapat melihat
persiapan para prajurit kraton untuk merayakan Grebeg (perayaan memperingati
Maulud Nabi). Di alun-alun inilah semua prajurit berkumpul untuk melaksanakan
gladi resik sehari sebelum perayaan dan berangkat ke alun-alun utara pada hari
perayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar